Bagaimana Memperbaiki Mental Anak yang Sering Dimarahi ?

Bagaimana Memperbaiki Mental Anak yang Sering Dimarahi ?

Sebagai orangtua sebisa mungkin kita harus bertindak bijaksana kepada anak. Karena apa yang kita lakukan bukan hanya berdampak pada mereka saat ini dan nanti, tapi juga kelak akan mereka lakukan juga pada anak-anak mereka (cucu kita). Karena itu kita harus berhati-hati dalam bertindak apapun pada mereka.

Mungkin jika dalam keseharian biasa, saat mereka tidak melakukan kesalahan, hal itu mudah dilakukan. Tapi saat mereka melakukan kesalahan –misalnya berkata kasar, bohong atau bertengkar dengan saudaranya – tentu emosi kita kadang terpancing. Saat itulah sebenarnya ujian bagi orangtua untuk tetap bersabar merespon apa-apa yang dilakukan anaknya.

Ya, saat anak berbuat kesalahan, sebagai orangtua kita berkewajiban untuk menegur dan meluruskan. Akan tetapi masalahnya adalah saat ada rasa lelah, bosan, atau emosi yang tidak terkendali sering membuat kita lupa untuk mendidik anak dengan kelembutan. Sering kita tidak mampu mengendalikan amarah, kelepasan membentak, atau bahkan memukul.

Hal ini tentu sangat menakutkan bagi sang anak, hingga mungkin anak akan mengalami trauma secara psikologis.

Membentak, terlalu sering memarahi, hingga melakukan kekerasan fisik kepada anak berpotensi membuat anak mengalami gangguan perilaku dan depresi di masa depan.

BACA JUGA   Bagaimana Sebaiknya Mengasuh Anak Sesuai Ajaran Islam?

Dia bisa tumbuh sebagai manusia yang agresif, atau sebaliknya terlalu menutup diri. Hal ini merupakan dampak dari trauma mental pada anak dari seringnya dimarahi semasa kecil.

Berikut 9 cara memperbaiki mental anak yang sering dimarahi :

1. Jangan ragu untuk meminta maaf

Dengan tidak malu meminta maaf pada anak dan mengakui kesalahan, anak akan lebih bisa menerima dan memahami bahwa setiap mnusia bisa melakukan kesalahan. Hal ini juga bisa membantu menyembuhkan luka di hatinya.

2. Biarkan anak mengekspresikan perasaannya

Jangan anda memarahinya atau menyuruhnya ketika dia ingin menangis. Jangan larang dia untuk tertawa ketika dia merasa gembira. Hal ini akan membuat emosinya lebih stabil dan terbantu untuk memperbaiki mntalnya.

3. Tunjukkan bahwa anda menyayanginya

Ungkapkan bahwa anda menyayanginya. Jangan ragu untuk memeluk dan menciumnya. Kontak fisik akan lebih bisa mengungkapkan rasa sayang.

4. Perbaiki kualitas komunikasi dengan anak

Ceritakan hari hari anda atau cerita sederhana lainnya. Cara ini akan membut mereka lebih mengenal anda. Dengan begitu anak yang tadinya merasa ketakutan dengan kehadiran orang lain, akan kembali dekat dan senang berinteraksi dengan anda.

BACA JUGA   Masa Anak-anak adalah Masa Paling Tepat Menanamkan Nilai-Nilai yang Baik bagi Mereka

5. Pahami karakter anak

Dengan memahami karakter anak, anda dapat menentukan strategi maupun sikap yang tepat untuk mengasuh dan mendidik anak.

6. Beri waktu khusus untuk anak

Kehadiran anda sebagai orang tua sangat dibutuhkan oleh anak. Kehadiran anda sangat berharga, melebihi segala jenis mainan atau hiburan untuk anak.

7. Ciptakan hubungan yang sederhana

Dengan menjadi teman untuk anak, orang tua akan dengan mudah mengenali dunia anaknya dan anakpun akan merasa nyaman berdekatan dengan orang tua.

8. Tetap latih kedisiplinan

Anda tetap harus bersikap tegas, tapi bukan keras. Jika anak memang berbuat salah, berikan pemahaman tentang kesalahan yang dilakukan dan berikan konsekuensi yang mendidik.

9. Jangan ulangi kesalahan yang sama

Jika telah memahami efek negatif marah kepada anak, maka orang tua harus berusaha untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Belajar mengendalikan diri mnjadi orang tua yang lebih baik.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *