Cara Mendidik Anak Hiperaktif. Terapkan 6 Cara Ini

cara mendidik anak hiperaktif

AnakIslam.com – Cara Mendidik Anak yang Hiperaktif. Setiap anak memiliki karakteristik yang berbeda. Termasuk salah satunya adalah anak dengan tipe hiperaktif atau Attention Deficit Disorder. Hiperaktif bisa dikatakan sebagai gangguan yang terjadi pada anak. Seorang anak yang hiperaktif cenderung akan sulit untuk diatur dan bertingkah semaunya. Jadi, wajib bagi orang tua untuk paham cara mendidik anak hiperaktif yang tepat.

Penyebab seorang anak menjadi hiperaktif tidak hanya dipengaruhi oleh genetika, tetapi juga diakibatkan oleh kondisi ibu pada saat hamil. Misalnya ibu mengalami stres, terkena kompilasi, alergi dan sebagainya. Anak yang hiperaktif tidaklah bernilai buruk, justru terkadang itu dapat mengembangkan potensinya jika mendapatkan perlakuan yang sesuai.

6 Cara Mendidik Anak Hiperaktif

Berikut inilah penjelasan mengenai cara untuk mendidiknya, yaitu:

1. Jangan Memarahi Anak

Hal ini penting sekali diketahui oleh para bapak dan ibu yang memiliki anak tipe hiperaktif. Pasalnya, sering ditemui kasus orang tua yang memarahi bahkan menghukum anaknya ketika si anak banyak berulah. Sebenarnya tujuan dari tindakan orang tua tersebut wajar, yaitu agar si anak menyadari bahwa apa yang dilakukannya kurang tepat.

Akan tetapi, lebih baik orang tua mengetahui bahwa anak dengan karakteristik hiperaktif ini tidak suka jika dirinya dimarahi. Justru si anak tersebut akan semakin memberontak. Hal ini dikarenakan ekspresi dari kemarahan orang tuanya tadi akan memadamkan kemampuan si anak untuk berkembang.

Langkah yang seharusnya dilakukan oleh orang tua adalah dengan membiarkan si anak mengeksplor sendiri sambil terus diberi arahan dan bimbingan dengan cara yang baik. Hingga pada akhirnya si anak tahu dan sadar bahwa tindakan yang dilakukan tersebut tidak benar.

2. Perhatikan Pola Asupan Makanan

Makanan yang baik untuk anak hiperaktif adalah yang tidak mengandung banyak kasein dan gluten, seperti susu sapi dan tepung terigu. Pasalnya, kandungan makanan tersebut jika kadarnya berlebihan maka akan membuat anak mudah marah, mengamuk, dan sulit untuk dikendalikan. Selain itu, jangan memberikan makanan yang tinggi gula, makanan ringan, tinggi garam, dan junk food.

3. Gunakan Tipe Belajar yang Sesuai

Orang tua perlu mengetahui apa tipe belajar yang sesuai bagi si anak. Hal ini penting dilakukan agar treatment yang diberikan tidak salah, sehingga akan terjalin hubungan yang baik. Jika orang tua salah dalam menerapkan gaya pembelajaran bagi si anak, maka orang tua akan sering emosi kepada anak. Lalu akibatnya anak akan terbebani secara mental.

4. Ajak Anak untuk Melakukan Aktivitas secara Bersama-Sama

Meskipun terkesan sepele, cara ini efektif dilakukan kepada anak hiperaktif. Pasalnya, anak yang hiperaktif senang melakukan banyak kegiatan. Sembari mengawasi tingkah laku dan perkembangan anak, maka orang tua dapat turut serta dalam aktivitas anak. Misalnya, bermain bola bersama, bermain masak-masakan bersama, dan aktivitas lainnya. Orang tua juga bisa menegur dengan cara baik, jika anak melakukan kesalahan.

5. Pererat Komunikasi dengan Anak

Komunikasi merupakan kunci dalam menjalin hubungan dengan orang lain, termasuk juga pada anak. Apalagi, biasanya anak hiperaktif mempunyai kelebihan potensi dalam hal berkomunikasi. Oleh karena itu, memperbanyak dan mempererat komunikasi yang baik dengan anak merupakan rekomendasi cara mendidik anak hiperaktif paling tepat.

6. Ajari Anak untuk Menenangkan Diri

Cara yang terakhir yaitu mengajari anak untuk menenangkan dirinya. Hal ini sangat penting diberikan kepada anak yang hiperaktif, karena biasanya tipe ini sangat sulit untuk diam. Orang tua dapat mengajari anak untuk duduk diam lalu mengajaknya untuk menarik nafas hingga si anak tenang. Lakukan hal ini pada saat anak sedang mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan.

Itulah 6 cara mendidik anak hiperaktif yang bisa dicoba. Selain mencoba mengaplikasikan cara-cara tersebut, orang tua juga harus mempunyai kesabaran yang lebih dalam mendidik anak yang hiperaktif. Orang tua harus paham bahwa anak hiperaktif memang tidak seperti anak normal lainnya. Namun itu juga tidak berarti si anak tidak bisa tumbuh menjadi orang yang normal. Semoga bermanfaat.

 

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *