Anak Patuh Orang Tua. Inilah 13 Cara Mendidiknya

3 min read

Cara Mendidik Anak Patuh pada Oran Tua

AnakIslam.com – Cara Mendidik Anak Supaya Patuh pada Orang Tua. Setiap orang tua pasti ingin  mempunyai anak yang patuh pada mereka. Tapi tak jarang apa yang menjadi keinginannnya ini tidak sesuai dengan apa yang seharusnya dilakukan. Ya, banyak orang tua yang sejatinya ingin mempunyai anak yang patuh, tapi apa yang dilakukan tidak sesuai dengan harapan.

Lalu, bagaimana sebaiknya cara mendidik anak supaya mereka menjadi anak yang patih tanpa harus membebani mereka? Berikut beberapa caranya.

Cara Mendidik Anak Patuh pada Orang Tua

  1. Menjadi panutan yang baik

Salahsatu cara mendidik anak agar patuh pada orang tua yang dinilai efektif adalah memberikan contoh atau menjadi panutan yang baik untuk mereka. Misalnya, tunjukan sikap yang baik seperti keramahan, kejujuran, kesopanan dan sikap yang lembut. Anak Anda akan mempelajari banyak hal dengan cara memperhatikan apa yang dilakukan orangtuanya. Oleh sebab itu, jangan berperilaku buruk apalagi saat di depan anak, karena ia akan dengan mudah menirunya. Ingatlah bahwa setiap orangtua menjadi panutan bagi anaknya.

  1. Menjadi pendengar yang baik

Cara mendidik anak supaya patuh yang bisa dilakukan adalah dengan menjadi pendengar yang baik. Jika ingin anak mendengar dan menuruti perkataan Anda, maka Anda juga harus mendengarkan keinginan dan pendapat mereka. Jangan hanya selalu ingin berbicara tanpa memberi ruang bagi anak. Bahkan ketika anak menyampaikan hal yang sama kesekian kalinya, tetap berusaha untuk mendengarkan dengan baik. Hal ini bisa membuatnya merasa dimengerti, lebih dipercaya, dan tertarik pada apa yang Anda katakan.

  1. Menciptakan rutinitas dan kebiasaan

Salah satu cara mendidik anak supaya mereka patuh adalah dengan menciptakan menciptakan rutinitas dan kebiasaan yang baik untuk mereka. Kedua hal ini dapat membuat anak akan terbiasa melakukan sesuatu tanpa harus diperintah terlebih dahulu.  Misalnya biasakan anak untuk menghargai waktu yang ada dengan membiasakan tidur siang, belajar di malam hari atau melakukan kegiatan yang mereka sukai atau bermain saat sore hari.

BACA JUGA   Apa yang Memicu Anak Berbohong ? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya
  1. Penggunaan kata yang sederhana dan mudah dipahami

Cara membuat anak kita patuh lainnya adalah dengan menggunakan kata-kata yang mudah dipahami oleh mereka. Jangan sampai mereka melakukan hal yang tidak kita inginkan karena apa-apa yang kita katakan tidak mereka pahami, bahkan mereka melakukan hal yang sebaliknya.

  1. Memberi aturan yang jelas

Selanjutnya, cara mendidik agar patuh adalah dengan memberi aturan jelas. Anak dengan keterbatasan usianya akan lebih bisa mencerna aturan yang sederhana. Karena itu penting untuk menyampaikan sebab dan akibat dari aturan yang diterapkan. Contohnya, ketika meminta anak tidur siang sampaikan apa alasannya. Alasan yang logisnya bahwa memang tidur siang sangat penting untuk tumbuh kembang anak. Tapi dalam menyampaikan kepada anak kita bisa mengatakan bahwa dengan tidur siang itu membuat sehat, karena akan membuat tubuh mereka bugar dan tidak mengantuk untuk melakukan kegiatan lainnya, meskipun itu hanya untuk bermain. Bermain saat mengantuk juga berbahaya kan ?

  1. Orang tua tetap punya wewenang

Ada kalanya anak harus bisa mengambil keputusan untuk diri mereka sendiri. Tapi yang perlu diingat adalah bahwa untuk keputusan-keputusan penting, orang tua harus mempunyai wewenang untuk mengarahkannya. Pastikan anak tetap mempunyai kesempatan untuk mendiskusikan apa yang mereka inginkan dengan Anda.

  1. Tetap Menjaga Emosi

Terkadang, orangtua sampai berteriak dan marah-marah jika anak melakukan hal yang tidak disukainya. Memang setiap orang tua mempunyai batas kesabaran yang berbeda-beda. Yang harus diingat adalah cara mendidik anak supaya mereka patuh dengan cara ini tidak tepat.

Tegas memang penting, tapi jika harus dengan berteriak pada mereka, maka yang akan terjadi lingkungan di rumah menjadi tidak damai lagi. Cara mengatasinya adalah dengan  mendisiplinkan anak dengan konsisten. Jika pun terjadi mereka sering melanggar, beri hukuman sambil kendalikan emosi Anda.

  1. Berikan peringatan awal

Meskipun mempunyai anak yang patuh adalah menjadi keinginan Anda, tapi yang harus Anda ingat adalah Anda tidak boleh menjadi orang tua yang otoriter. Jika Anda ingin mengatahui apa perbedaan antara orang tua yang otoriter atau tidak adalah mereka yang otoriter  biasanya langsung memberikan hukuman saat anaknya melakukan kesalahan. Sedangkan yang tidak otoriter adalah mereka yang memberikan peringatan saat anak mereka melakukan kesalahan.

BACA JUGA   7 Permainan Anak Kecil Yang Mendidik Untuk Buah Hati Tercinta

Peringatan ini supaya mereka tidak melakukannya lagi. Saat anak selanjutnya tetap melakukannya, maka Anda wajar jika memberikan mereka hukuman yang pantas, dilandasi agar mereka mempunyai tanggung jawab untuk tidak mengulanginya lagi.

  1. Terapkan konsekuensi yang logis

Adakalanya anak merasa bosan dengan aturan yang dibuat oleh orang tua. Saat itulah kita harus kembali mengingatkan mereka bahwa peraturan yang dibuat adalah untuk kebaikan mereka. Saat mereka melakukan kesalahan lagi coba buat peraturan yang sekiranya itu bisa membuat mereka tidak melakukannya lagi dengan tetap tidak memberatkan mereka.

10. Berikan reward

Menjadi orang tua harus adil dalam segala hal. Termasuk saat anak tidak melanggar aturan yang Anda buat. Jangan sampai saat mereka melanggar Anda menghukumnya, tapii saat mereka melakukan kepatuhan yang konsisten tidak ada reward yang Anda berikan. Reward yang diberikan bisa dimulai dari hal terkecil, misalnya dengan pujian yang akan membuat dia senang dengan apa yang telah dilakukan.

Memberi pujian saat mereka melakukan kebaikan, dan memberikan peringatan awal saat melakukan kesalahan adalah contoh yang bijak yang bisa dilakukan Anda sebagai orang tua. Setidaknya mereka berpikir bahwa mereka punya kesempatan untuk berbuat baik saat melakukan kesalahan, tapi saat melakukan kebaikan mereka bisa mendapat rewardnya segera, meski hanya dalam bentuk pujian.

  1. Seimbang kebebasan dan tanggung jawab

Upayakan agar peraturan yang dibuat sesuai dengan usia mereka. Misalnya saat anak masih kecil, kita menerapkan jam tidur siang wajib bagi mereka. Tapi saat mereka sudah beranjak dewasa hal itu tidak perlu dilakukan karena mereka secara sadar sudah tahu apa manfaat tidur siang bagi mereka dan bagaimana efeknya jika mereka tidak melakukannya.

BACA JUGA   7 Penyebab Anak Tidak Bisa Tidur Malam Hari Yang Meresahkan Orang Tua

Saat itulah Anda bisa melihat hasil didikan Anda, saat anak sudah bisa menentukan dengan bebas apa yang baik dan buruk bagi diri mereka, yang saat mereka kecil hal itu harus kita tanamkan melalui peraturan sederhana yang kita buat untuk meraka.

Misalnya dengan contoh tidur siang ini saat dewasa anak menjadi tahu bahwa tidur siang penting. Tapi saat mereka tidak melakukannya, maka mereka punya tanggung jawab untuk menggantinya dengan tidur malam yang cukup.

  1. Libatkan anak dengan hal positif

Anak adalah bantukann dari kebiasaan yang Anda berikan bagi mereka. Saat Anda terbiasa memberikan hal-hal yang baik untuk mereka, saat itu juga sebenarnya Anda menanamkan pada mereka bahwa hal-hal baik / positif itu penting. Saat mereka beranjak dewasa, mereka akan melakukannya, bahkan mewariskan apa-apa yang Anda berikan pada mereka untuk lingkungan dan generasi penerus mereka.

  1. Kepatuhan Berbuah Kesuksesan

Terakhir, yang perlu Anda tanamkan pada mereka adalah bahwa peraturan yang berada dirumah dibuat untuk dipatuhi oleh mereka. Dimana saat mereka patuh, saat itu juga mereka akan lebih teratur menjalani hidup yang pada gilirannya kelak akan membantu jalan untuk kesuksesan mereka.

Dalam Islam juga diyakini bahwa dengan patuh kepada kedua orang tua akan memberikan ridha Allah yang dalam perjalanan hidupnya, keridhaan Allah ini bisa menjadi faktor kesuksesan terbesar bagi Anak.

 

Ingin bacaan tentang tips parenting, ke NotesParenting saja.