Tips Supaya Anak Betah di Pondok Pesantren

Tips Supaya Anak Betah di Pondok Pesantren

Tips Supaya Anak Betah di Pondok
Sumber image bimbelprimago.com

Menjadi orangtua adalah anugerah setiap pasangan. Dengan diberinya amanah dari Allah berupa anak, maka mereka harus bertanggung jawab dengan apa yang telah diamanahkanNya. Tanggung jawab ini bukan hanya di dunia, tapi juga untuk urusan akhirat. Karena itulah penting bagi orangtua untuk membekali anak dengan pendidikan agama, sehingga kelak apa yang telah diterimanya ini menjadi pegangan hidup saat ia hidup di masyarakat.

Sejalan dengan keinginan orangtua yang membutuhkan lembaga pendidikan agama bagi anaknya, kini makin banyak lembaga Islam yang membekali anak dengan berbagai disiplin ilmu agama, baik dalam bentuk sekolah Islam atau pondok pesantren. Sekolah Islam sebagaimana sekolah umum lainnya hanya memberikan porsi belajar siswa sesuai jenjangnya. Bedanya hanya porsi agama diberikan lebih banyak. Sedangkan pondok pesantren memberikan pendidikan pada siswanya selama 24 jam x 7 hari atau santri harus tinggal di pondok terpisah dari orangtuanya.

Dengan porsi dan fokus belajar agama yang lebih banyak, maka tidak sedikit para orangtua yang berniat memondokkan (memasukkan ke pondok) anaknya supaya kelak ia bisa lebih memahami ilmu agama. Tapi ini bukan hal yang mudah, karena tidak mudah bagi orangtua dan anak untuk berpisah selama beberapa bulan bahkan tahun demi proses sang anak mempelajari ilmu agama. Bukan hanya dari si anak yang tidak betah dengan lingkungan barunya, tapi juga dari orang tua kadang ada perasaan tidak tega untuk melepas anaknya untuk hidup mendiri di pondok pesantren.

Lalu, Bagaimanakah Tips Supaya Anak Betah di Pondok Pesantren ?

BACA JUGA   Sosok Kyai Maksum dan Pondok Al Islah Bondowoso

Pertama, Harus ada komitmen dari orangtua untuk tetap pada niat mulianya.
Dari pengalaman saya saat belajar di P.M Gontor, salah seorang Kyai kami, K.H Hasan Abdullah Sahal pernah berpesan, “Jika kamu ingin tega melepas anakmu saat awal belajar di pondok nanti caranya mudah. Usahakan nanti selama 2-3 bulan jangan menelpon apalagi menjenguknya.” Kenapa begitu? Karena saat-saat awal masuk pondok itulah sang anak juga mencoba untuk menyesuaikan diri dengan lingkunan barunya; tempat, suasana, pergaulan, dll.

Bisa jadi saat itu dia juga merasa sedih. Tapi apa yang ia ingat terakhir adalah apa niat Anda memasukkannya ke pondok. Jadi dia akan berusaha dengan menjadikan niat itu juga dalam dirinya. Saat proses penyesuaian diri ini biarkan ia menjadi dirinya sendiri, tanpa campur tangan orangtua.

Kedua, Harus mampu menguatkan kembali semangat anak yang kadang kendor.
Jika boleh jujur tinggal di pondok kadang ada rasa bosan. Bukan bosan karena kegiatannya yang itu-itu saja, karena di pondok ada banyak kegiatan, terutama di Gontor yang merupakan prototype Pondok Modern di dunia, kegiatan santri mulai bangun tidur hingga tidur lagi sudah tertata rapi dan setiap pergantian kegiatan itu sudah ada bagian yang bertanggung jawab masing-masing. Tapi yang menjadi alasan bosan adalah mungkin kurang hiburan, lauk makannya itu-itu saja dan asan lainnya yang kadang hanya sepele.

Saat anak merasa bosan itulah orangtua harus bisa memberikan semangat kepada anak supaya ia bisa istiqomah menuntut ilmu di pondok. Banyak hal yang bisa menjadi dorongan semangat untuk anak tetap di pondok, terutama jika kita memberikan pengertian bahwa apa yang mereka lakukan ini bukan hanya akan bernilai pahala dan untuk kebaikan mereka, tapi juga berlaku kepada kita orangtuanya.

BACA JUGA   15 Pondok Pesantren Terkenal di Indonesia

“Nak, kamu mondok bukan hanya untuk bekal menimba ilmu agama untuk kebaikan kamu, tapi di setiap detik kamu menimba ilmu itu akan bernilai pahala kepada kami, orangtuamu. Apalagi jika nanti kamu bisa mengajarkannya kepada orang lain, maka kami akan lebih bahagia, karena apa-apa yang kami korbankan saat ini akan bernilai ibadah dan bermanfaat bagi umat. Insaa Allah.”

Ketiga, Senantia berdoa untuk kemudahan anak menuntut ilmu.
Belajar di pondok bukan hal yang mudah. Selain harus menyesuaikan dengan hal-hal baru, yang harus mereka pelajari juga hal yang mungkin sangat awam bagi mereka. Apalagi bagi pesantren yang menerapkan bilingual (dua bahasa asing) seperti yang diterapkan di Gontor. Hanya ada waktu 6 bulan di tahun pertama bagi santri baru untuk bisa mempelajari bahasa wajib (Arab, Inggris) terutama untuk percakapan sehari-harinya. Pelajaran sekolah juga mayoritas bahasa Arab, Inggris, sisanya hanya sedikit pelajaran berbahasa Indonesia.

Karena itu doa orangtua untuk kemudahan belajar anak sangat berperan bagi proses belajar mereka. Semoga sedikit sharing tentang Tips Supaya Anak Betah di Pondok Pesantren ini bermanfaat bagi Anda yang akan memondokkan anak Anda di pondok pesantren pilihan.

Facebook Comments

Pengunjung juga Mencari :

  • Investasi akhirat terbaik adalah memondokkan anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *