Tips Pumping Untuk Ibu Bekerja Yang Bisa Dilakukan!

1 min read

tips pumping untuk ibu bekerja

ASI menjadi salah satu hal penting bagi anak terlebih di usia keemasan selama 1000 tahun pertama kehidupan atau lebih mudahnya 2 tahun anak. Namun sayangnya keberadaan asi bagi seorang ibu bekerja sering dikesampingkan. Hal ini tentu dikarenakan kurangnya waktu untuk memberikan asi secara intensif dan langsung kepada bayi. Padahal ada beberapa tips pumping untuk ibu bekerja yang bisa dilakukan.

Asi yang dijadikan sebuah antibiotik alami bagi bayi dan tidak terdapat dalam susu apapun tentu harus menjadi prioritas. Apabila mengetahui beberapa tips yang ada, hasil asi akan bisa lebih maksimal dan juga bayi tidak perlu diberi tambahan susu formula. Selain hemat biaya, tentu asi yang memang pemberian Tuhan ini bisa diberikan kepada buah hati secara optimal. Seperti apa tips tersebut, simak ulasannya berikut ini:

1. Menyiapkan Alat Perang Untuk Pumping

Zaman dahulu orang melakukan pumping dengan menggunakan tangan secara manual. Tentu hal ini terbilang lama dan juga tidak efektif. Tips pumping untuk ibu bekerja yang paling utama yaitu menyiapkan alat yang diperlukan untuk pumping. Saat ini tersedia alat pumping elektrik yang secara mudah digunakan.

Menggunakan alat tersebut maka secara otomatis asi akan keluar dan dipompa menggunakan mesin yang ada. Pastikan untuk menyiapkan beberapa botol untuk hasil perahan serta perlengkapan yang lainnya. Ingat, jangan terlalu memaksa untuk memompa jika memang asi belum siap.

2. Memulai Pumping Sedini Mungkin

Banyak ibu-ibu baru yang memulai memumping saat mereka hendak mulai masuk bekerja. Mereka menyia-nyiakan waktu selama cuti di awal kelahiran bayi. Padahal ketika kita memulai pumping di minggu awal melahirkan, tentu hasil asi masih melimpah. Terlebih ketika rajin pumping, hasil perah asi akan lebih banyak. Memulai pumping saat awal melahirkan tentu persiapan cadangan asi akan lebih banyak.

3. Memompa Dengan Jadwal Yang Konsisten

Perlu diketahui bahwa semakin bayi sering menyusu, maka aktivitas payudara dalam memompa asi akan lebih baik. Sama halnya ketika payudara sering dipompa. Pastikan untuk selalu konsisten dalam memompa asi terlebih di jam-jam dimana sang bayi sedang tidur atau sudah lama tidak menyusu. Adanya jadwal yang rutin ketika pumping ini tentunya akan disesuaikan oleh payudara untuk terus memproduksi asi.

BACA JUGA   Olahraga Ibu Hamil Trimester 3 Yang Mudah dan Murah

4. Menggunakan Botol Kaca

Bagi seorang ibu bekerja, tentu stok asi menjadi hal yang paling utama. Meskipun saat ini banyak tersedia botol asi berbentuk plastik maupun sebuah kantong, namun alangkah lebih baik jika memilih jenis botol kaca. Selain lebih mudah dalam membersihkan, tentu menggunakan botol kaca akan lebih hemat. Adanya hal tersebut karena botol kaca bisa digunakan secara berulang.

5. Tetap Melakukan Pumping Meski di Jam Kerja

Kebanyakan orang bekerja selama 8 jam dalam seharinya. Hal ini menjadikan alasan bahwa setiap orang tentu tetap harus melakukan pumping di tempat kerja. Disela-sela jam istirahat, lakukanlah pumping ditempat yang telah disediakan kantor. Jika dikantor tidak terdapat ruangan khusus, bisa menggunakan ruangan yang tertutup dan meletakkan hasil perah di freezer atau kulkas tempat kantor,

6. Jangan Stress

Agar hasil asi bisa melimpah, kunci utamanya yaitu sang bunda tidak boleh terlalu banyak pikiran ataupun stress. Kebahagiaan bunda dan juga suasana hati akan sangat mempengaruhi hasil dari perahan asi. Ketika suasana nyaman dan juga bahagia, hasil perahan akan maksimal dan cenderung banyak. Tentunya hal ini akan sangat mengefektifkan bagi seorang ibu bekerja ketika melakukan pumping.

BACA JUGA   5 Tips agar ASI Melimpah yang Bisa Diterapkan Para Ibu

Beberapa tips pumping untuk ibu bekerja tersebut tentu menjadi hal yang perlu diperhatikan agar hasil pumping bisa maksimal. Tidak ada yang melebihi kualitas asi dari segi antibiotiknya, untuk itu pastikan sang bunda memberikan asi maksimal kepada sang buah hati.