jenis KB dan efek sampingnya

Kenali 5 Jenis KB dan Efek Sampingnya, Jangan Salah Pilih!

Posted by

Bagi pasangan muda, merencanakan jumlah buah hati tentu menjadi bahan perbincangan yang menyenangkan. Namun bagi sebagian orang yang masih belum ingin menimang momongan, menggunakan kontrasepsi sering dijadikan pilihan. Lantas, bagaimana memilih kontrasepsi yang efektif, terjangkau, sekaligus minim efek samping? Oleh karena itu, agar tidak salah pilih, kenali 5 jenis KB dan efek sampingnya di bawah ini!

1. Pil KB

Jenis KB dan efek sampingnya yang pertama adalah Pil KB. Jenis kontrasepsi ini lumayan populer karena murah dan mudah ditemukan. Berdasarkan kandungannya, ada 2 macam pil KB. Pil dengan kandungan testosteron dan gabungan antara progesteron dan estrogen. Meski terkesan merepotkan sebab wajib diminum setiap hari, namun kemungkinan kegagalan kontrasepsi ini rendah yaitu sekitar 8%.

Beberapa dampak yang mungkin muncul dari jenis kontrasepsi ini antara lain meningkatnya berat badan, nyeri kepala, dan munculnya mual. Pil KB juga dilaporkan bisa menghambat  produksi ASI, perdarahan di luar siklus haid, serta naiknya resiko darah tinggi dan jantung.

BACA JUGA   5 Rekomendasi Makanan MPASI 6 Bulan Bergizi untuk si Kecil

2. KB Suntik

KB suntik seringkali disarankan sebagai pilihan kontrasepsi pada ibu yang baru saja melahirkan, karena tidak ada resiko gangguan produksi ASI. Sama seperti pil KB, sifat KB suntik ini hanya temporer dan bisa menunda kehamilan dengan durasi 1 bulan atau 3 bulan saja. Tingkat kegagalannya jauh lebih rendah, yaitu sekitar 3% saja.

Harganya pun cukup terjangkau dan bisa dilakukan oleh bidan di puskesmas maupun fasilitas kesehatan lain. Efek samping dari KB suntik antara lain timbulnya  mual, lonjakan berat badan, serta gairah seks yang menurun. Selain itu, KB ini juga memungkinkan siklus haid kacau bahkan berhenti sama sekali, sakit kepala, serta munculnya jerawat.

3. Implan

Jenis KB dan efek sampingnya yang paling minim adalah implan. KB bernama Implan ini merupakan KB dengan memasukkan sebuah alat kecil sepanjang batang korek api ke kulit bagian bawah, umumnya di lengan atas. Probabilitas gagalnya hanya 1% dan bisa bertahan dalam 3 tahun. Beberapa efek sampingnya yaitu haid tidak lancar, naiknya berat badan, serta sulit mengandung meski tak lagi menggunakan KB.

BACA JUGA   5 Alasan Kenapa Bayi Sering Ngulet yang Perlu Diketahui

4. IUD

IUD atau dikenal juga dengan nama spiral ialah KB yang memasangkan suatu alat berbentuk spiral di kandungan. Tujuannya adalah untuk menghalangi supaya sel jantan tidak bisa membuahi sel telur dan pembuahan pun tidak terjadi. Prosedur ini wajib diproses oleh dokter spesialis ginekologi. Spiral dari bahan tembaga bisa bertahan sampai 1 dekade.

Sedangkan IUD dengan kandungan hormon, bertahan 5 tahun saja. Dengan harga yang lumayan merogoh kantong, keberhasilan KB ini sangat tinggi. Namun ada beberapa dampak yang mungkin terjadi, yaitu kram perut bawah, haid kurang lancar, kemungkinan bergeser atau bahkan lepas, hingga kemungkinan infeksi. Segera ke dokter kandungan jika hal ini terjadi.

5. Kondom

KB berikut dikenakan oleh pria dan relatif mudah dipakai. Kondom juga bisa dengan mudah didapat dengan harga terjangkau. Adanya teknologi yang semakin canggih, tambahan bahan spermisida dalam kondom makin meningkatkan keefektifan mencegah kehamilan. Efek sampingnya juga minim, yaitu alergi pada jenis kulit tertentu.. Keuntungan lain dari kondom adalah mampu menurunkan resiko menularnya penyakit menular seksual seperti, sifilis, HIV, gonore, dan sebagainya.

BACA JUGA   Proses Bayi Tabung Seperti Apa? Yuk Cari Tahu Di Sini!

Itulah kelima jenis KB dan efek sampingnya. Dalam menentukan tipe KB yang cocok, sebaiknya konsultasikan ke ahlinya. Bisa dengan bidan terdekat atau spesialis kandungan langganan. Apabila dipergunakan secara tepat dan benar, semua jenis KB bisa maksimal efektifitasnya dalam menunda kehamilan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *