Cara Terapi Anak Autis di Rumah yang Dapat Dilakukan

1 min read

cara terapi anak autis di rumah

Anak autis memang memiliki suatu keistimewaan dan kelebihan tersendiri. Untuk itu terkadang perlu terapi dan mengajarkan beberapa hal kepada anak yang mengidap autis di tempat yang khusus. Namun ada juga cara terapi anak autis di rumah yang jarang diketahui oleh masyarakat. Tetapi sebagian orangtua merasa enggan dan tak mau repot untuk melakukannya alhasil tidak diterapkan.

Memang ada beberapa aspek tersendiri dan perbedaan antara terapi di rumah dengan sang dokter atau orang profesional khusus autis. Tahukah? Bahwa terapi sendiri di rumah akan meningkatkan daya emosional pada anak, karena orangtua mengajak dan mengajarkan sendiri pada anak. Sangat penting bukan? Maka, simaklah berikut mengenai cara terapi anak autis di rumah dengan benar:

1. Mengajarkan Pada Anak Kemandirian Dan Tanggung Jawab

Kemandirian dan tanggung jawab memang patut untuk diajarkan pada anak. Kedua sifat tersebut nantinya akan tertuju dan berinteraksi langsung dengan orang-orang. Untuk itu dalam melatihnya, orangtua dapat dengan membuat sebuah jadwal keseharian anak. Orangtua juga turut mendampingi apakah sang anak melanggar daftar tersebut atau disiplin.

BACA JUGA   Cara Mengatasi Anak Rewel dan Cengeng yang Perlu Diketahui

2. Berlatih Berbicara Agar Terdengar Jelas Ucapannya

Sudah tak asing lagi, anak yang menderita autisme banyak yang kurang lancar dalam berbicara. Alhasil membuat sang anak merasa kesulitan dalam berkomunikasi dengan lawan bicaranya. Cara mengajarnya dengan mengajak anak untuk berbicara atau mengucapkan kata yang mudah dan diulang terus menerus hingga terdengar jelas. Selain itu, kata-kata yang diajarkan pun harus perlahan mudah hingga ke yang sulit. Dengan dibiasakan, maka akan terdengar jelas nanti.

3. Berlatih Untuk Berinteraksi

Cara terapi anak autis di rumah yang ketiga adalah berinteraksi. Mengajak anak untuk jalan-jalan atau berkomunikasi dan memberikan suatu pengalaman yang menarik. Seperti menceritakan sebuah gambar, foto, atau benda. Bisa juga dengan mengenalkan pada sebuah warna, rasa makanan dan lain-lain.

4. Mengajak Bermain

Seorang anak yang mengidap autis itu memiliki tingkat kesensitifan yang tinggi. Mulai dari sensitif terhadap cahaya, warna dan masih banyak lagi. Untuk itu, orangtua dapat mengajaknya dengan terapi bermain. Dalam terapi ini orangtua diharapkan mengenalkan pada anak tentang barang yang belum diketahuinya. Selain itu, orangtua juga dapat mengetahui kesensitifan anak melalui cerita anak.

BACA JUGA   5 Metode Belajar Menulis Untuk Anak TK, Bisa Diterapkan Di Rumah!

5. Melatih Perilaku dan Cara Berpikir

Terapi ini juga sangat penting karena merujuk pada perilaku anak di masyarakat. Salah satu caranya adalah dengan memberinya suatu cerita dan bertanya bagaimana sudut pandang anak. Apabila cara berpikirnya masih kurang maka perlu ditingkatkan kembali dalam terapi ini. Karena jika salah memandang atau berpikir terhadap sesuatu akan beresiko.

6. Mengajak Mendengarkan Cerita atau Dongeng

Untuk terapi ini sangat menguntungkan bagi anak. Dengan membacakan sebuah cerita atau dongeng, maka kosa kata atau istilah-istilah yang belum didengar oleh anak menjadi tahu. Bersama membaca dan mengartikan membuat kosa kata anak me jadi bertambah banyak.

7. Melatih Menggambar atau Melukis

Cara terapi anak autis di rumah yang terakhir adalah dengan mengajak anak untuk menggambar atau melukis bersama. Melalui gambaran anak akan berkreasi dan berinovasi sendiri. Pemikiran anak pun akan bertambah berkembang.

Cara terapi anak autis di rumah memang tidak mudah, karena dari semua itu perlunya kesabaran dan ketekunan yang tinggi. Dari semua itu juga sang ibu harus tetap berkonsultasi kepada psikologi agar tidak salah dalam menerapi anak. Terapi anak dengan orangtua memang suatu biasa bagi orangtua, namun menjadi hal yang istimewa bagi anak. Dengan terapi membuat anak merasa dekat dan nyaman di samping orang tersayangnya.

BACA JUGA   Ciri Anak ADHD dan Penyebabnya