Cara Menghadapi Anak Nakal. Orang Tua Harus Melakukannya

3 min read

cara menghadapi anak nakal

Artikel kali ini akan membahas tentang Cara Menyikapi Anak Nakal. Semua orangtua mendidik anak-anaknya dengan harapan agar mereka kelak dapat tumbuh menjadi anak baik, penurut, serta hormat kepada orangtua. Namun kenyataannya, tidak semua anak mudah untuk diatur sesuai keinginan orangtua. Beberapa anak lebih suka melakukan keinginannya sendiri yang kadang melanggar aturan yang ada secara umum. Anak yang sering melanggar inilah yang kerap disebut sebagai anak nakal.

Memang mempunyai anak nakal bukan keinginan orang tua. Tapi jika yang terjadi sudah seperti itu, maka sebagai orangtua kita harus tahu cara yang paling efektif untuk menghadapi anak nakal. Karena dengan cara yang salah maka dapat membuat anak semakin tidak taat bahkan bisa terus terbawa hingga ia dewasa.

Saat itulah sebagai orangtua kita harus tetap bersabar dan bisa melakukan langkah yang tepat agar anak kita yang mungkin telah dilabeli anak nakal oleh orang lain bisa menjadi anak yang penurut lagi, sebagaimana harapan kita. Maka penting untuk mengetahui apa saja langkah yang harus dilakukan untuk menghadapi anak nakal ini.

Beberapa Cara Efektif untuk Menghadapi Anak Nakal

Kita harus mengetahui bahwa perilaku normal anak sangat bergantung pada usia, kepribadian, perkembangan fisik serta emosionalnya. Hal ini bisa menjadi masalah apabila tidak sesuai dengan harapan keluarga. Secara keseluruhan, sebenarnya perilaku anak dapat bergantung pada lingkungan sekitarnya, lingkungan social serta budaya. Karena itu perlu peran besar orangtua untuk memengaruhi segala sikap anaknya sehingga terhindar dari pengaruh lingkungan dan social yang tidak baik.

Yang terpenting adalah saat mendidik anak sebisa mungkin tidak menggunakan kekerasan, tapi yang harus ditekankan adalah langkah-langkah yang diambil haruslah tepat.

Berikut ini cara-cara yang bisa dilakukan untuk menghadapi anak nakal:

 

Tidak Menyebutnya dengan Sebutan Anak Nakal

Saat anak Anda tidak mau mengikuti apa yang Anda inginkan, meskipun itu tujuannya baik, jangan serta merta menyebutnya dengan “anak nakal,” “anak bandel,” dan sebutan lainnya yang Anda sendiri tidak ingin  hal itu terjadi pada anak Anda.

Perlu Anda ketahui bahwa label sebutan yang kurang baik itu sejatinya akan melukai hatinya. Ia pun menjadi akan patah semangat untuk berusaha berbuat baik. Bahkan kadang merasa usahanya untuk berbuat baik akan sia-sia, karena ia sudah diberi cap / sebutan sebagai nakal tersebut.

Lalu bagaimana cara yang tepat untuk menyikapinya?

Caranya dengan memberikan pendekatan kepada anak kita. Jika kita sadar bahwa mereka melakukan kesalahan, maka yang tepat dilakukan adalah dengan mendekatinya. Dekati mereka dengan perlahan sembari memberikan pemahaman bahwa baru saja apa yang dilakukannya itu tidak baik.

Bahkan jika bisa, cobalah untuk duduk di sisinya, tatap matanya, dan tanyakan apa alasan dia melakukan hal yang dianggap tidak baik itu. Jika Anda mengetahui alasannya, maka saat itu juga Anda juga bisa memberinya nasihat yang tepat. Dengan begitu seorang anak juga bisa lebih memahami kenapa ia tak boleh melakukan hal serupa di kemudian hari. Ini yang terpenting baginya.

Berikan Contoh yang Baik

Sebagai orangtua tentu kita selalu mengharapkan anak kita mempunyai perilaku yang baik dan sopan. Tapi kadang kita mendapati apa yang kita harapkan ternyata jauh dari kenyataan.

Mengapa sebabnya?

Bisa jadi apa yang kita harapkan ada pada anak kita, ternyata kita belum melakukannya. Ya, kita kadang terlalu berharap hal-hal baik dilakukan oleh anak kita, padahal kita sendiri setiap hari belum melakukannya.

Karena itu dalam Islam tidaklah berlebihan jika ingin memberikan contoh yang baik bagi anak, maka kita harus memulai menjadi panutan yang baik pula bagi anak-anak kita.

Memang cara yang paling efektif dalam mendidik anak menjadi pribadi yang baik, adalah dengan memberinya teladan lewat perilaku sehari-hari kita, bukan hanya cuma lewat banyak nasihat. Bila kita sebagai orangtua berperilaku tidak sesuai dengan nasihat yang kita berikan pada anak, maka jangan heran bila anak tidak akan mendengarkan nasihat tersebut.

Hindari Membentak Anak di Depan Umum

Tidak semua anak mempunyai mental yang kuat. Ada sebagian dari mereka yang merasa malu bahkan hingga merasa tertekan jika dipermalukan di depan umum. Karena itu penting untuk dilakukan oleh orangtua yang mendapati anaknya yang melakukan kesalahan di depan umum untuk tidak membentak mereka di depan banyak orang.

Ya, saat Anda mendapati anak Anda melakukan kesalahan di depan umum, tahan keinginan Anda untuk memarahi dan membentaknya saat ada banyak orang. Jika cara ini dilakukan juga bukan merupakan cara yang bijaksana, karena ini akan membuat Anda terlihat keras kepada anak.

Lalu bagaimana cara yang tepat?

Caranya adalah sebisa mungkin untuk Anda memberitahunya sesegera mungkin, tapi hanya Anda berdua dengan si anak. Carilah tempat yang tepat untuk memberinya peringatan akan kesalahannya itu.

Tanyakan padanya baik-baik saat menghadapi anak yang sedang nakal. Setelah itu, baru Anda bisa dapat menasihatinya dengan lembut. Cara ini lebih efektif untuk membuat anak dapat menyadari dan menyesali kesalahannya, daripada hanya melakukan caci maki yang akan membuat ia semakin merasa malu dan bahkan tertekan karena Anda memarahinya di depan umum.

Buat Aturan dan Beri Sanksi yang Tegas

Ada kalanya seorang anak masih tetap nakal dan bandel, meskipun Anda sudah seringkali menasihati dan memberinya contoh yang baik. Jika hal ini terjadi, maka yang harus dilakukan adalah dengan menetapkan aturan. Pada tahap ini seharusnya anak sudah memahami bahwa kita sudah sangat tidak suka dengan yang ia lakukan.

Tapi yang perlu diingat adalah saat kita memberikan peraturan, di sisi lain kita juga harus memberikan sanksi yang diterapkan jika aturan itu mereka langgar.

Sebagai contoh, jika kita  mendisiplinkan mereka untuk tidur siang setiap hari, maka kita harus menerapkan sanksi jika mereka tidak tidur siang. Contohnya dengan melarangnya tidak main sore di hari itu. Dengan begitu mereka akan sadar, bahwa jika mereka melakukannya keesokan harinya, maka hal serupa akan mereka terima. Begitu juga jika mereka kita buatkan satu peraturan, maka sanksi yang ada harus diberikan untuk atura itu.

Yang terpenting adalah jangan menggunakan kekerasan, apalagi pukulan dalam mendidik anak, karena hal itu bukannya akan merrubah ia menjadi anak baik, tapi sebaliknya akan menjadikannya merasa tersakiti dan semakin nakal.

 

Jangan Terlalu Sering Memberi Toleransi

Sebaiknya setiap peraturan yang Anda buat harus terus diterapkan untuk kebaikan si anak. Dan tentunya dengan berjalannya peraturan ini, maka harus tidak dilakukan tolerasnsi yang berlebihan untuk tetap menjaga peraturan yang ada untuk tetap dijalankan.

Karena dengan memberikan toleransi yang berulang kali, seorang anak akan merasa bahwa peraturan yang Anda buat tidak serius atau dengan kata lain bisa dilanggar kapan saja mereka mau.

 

Mungkin cukup sekian pembahasan kita tentang Cara Menghadapi Anak Nakal. Bagi Anda yang tertatik untuk membaca berbagai hal tentang Parenting Islam bisa mengunjungi blog ini, AnakIslam.com.