Cara Mendidik Anak Laki-laki dalam Agama Islam

Cara Mendidik Anak Laki-laki dalam Agama Islam

AnakIslam.com – Cara Mendidik Anak Laki-laki dalam Agama Islam. Mendidik anak adalah tanggung jawab orang tua terbesar dalam hidupnya. Karena anak sejatinya adalah titipan paling berharga dari Allah kepada kita yang telah mendapatkannya. Tidak jarang sebagai orang tua kita kesulitan dalam mengemban amanahNya ini. Karena itu dalam artike ini kami sengaja membahas tentang bagaimana Cara Mendidik Anak Pria dalam Agama Islam.

Mendidik anak laki-laki memang memiliki tantangan tersendiri. Kali ini kami akan membahas sebagian kecil dari cara mendidik anak laki-laki dalam Agama Islam. Pembahasan ini sangat penting karena kelak mereka akan menjadi seorang ayah. Dimana ayah adalah kepala keluarga yang memimpin istri dan anak-anak. Ayah yang bertanggung jawab terhadap mereka dan akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah sebagaimana sabda Rasulullah berikut ini.

“Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap kamu akan dimintai pertanggungjawabab terhadap apa yang kamu pimpin. Seorang suami (ayah) adalah pemimpin bagi anggota keluarganya dan ia akan dimintai pertanggungjawabbannya terhadapa apa yang telah dipimpinnya atas mereka.” (HR Muslim).

Oleh karena itu, ayah memikul beban sebagai pembentuk generasi Islam yang saleh. Ketika sudah memiliki anak, ia harus mendidik anak sejak lahir mulai dari mengazani di telinga kanan dan mengiqamati di telnga kiri, merawat, mengakikahi, dan mendidiknya dengan baik.

Dengan demikian jelaslah bahwa menjalankan tugas dan kewajibannya merawat anak secara syari layak untuk dijadikan perhiasan bagi para ayah. Nah, karena itulah saat bayi lahir, disunahkan kepada ayah untuk memperdengarkan azan di telinga kanan dan membisikkan iqamat di telinga kirinya. Tujuannya untuk mengajarkan tauhid kepada anak pertama kalinya sebelum anak mendengar ucapan yang lainnya. Selain itu, lafal suara azan dapat mengusir setan yang biasanya berkumpul di sekitar bayi yang baru lahir.

BACA JUGA   Bagaimana Sebaiknya Mengasuh Anak Sesuai Ajaran Islam?

Dengan tradisi inilah anak terpelihara dari gangguan setan sejak pertama kali dilahirkan. Anak memulai kehidupannya dengan kalimat tauhid yang lurus sebagai pangkal ajaran Islam.

Ketika anak sudah cukup usia, maka dilakukan khitan. Khitan dalam Agama Islam hukumnya sunah namun memiliki berbagai manfaat, di antaranya mencegah kanker, mengompol, dan menghindarkan anak dari mempermainkan kelamin. Tak ada ketentuan waktu khitan, namun yang dijadikan pedoman bagi ayah bahwa ketika anak balig maka ia sudah dikhitan.

Beralih ke keteladanan sang ayah, keteladanan memang merupakan sarana pendidikan yang paling penting. Hal ini karena pada usia dini keteladanan orang tua sangat berpengaruh terhadap kepribadian anak. Ya, anak adalah peniru ulung orang tuanya.

Menurut Adnan, proses peniruan biasanya terjadi pada anak berusia dua tahunan. Proses ini berkembang luar biasa pada usia lima atau enam. Proses ini berjalan seimbang ketika anak sudah di akhir masa kanak-kanak. Ingat, waktu tak bisa diulang, maka keteladanan orang tua perlu diperhatikan.

Lalu, yang tak kalah penting adalah kasih sayang dan cinta orang tua pada anak. Rasulullah SAW selalu menampakkan kecintaan pada anak dan cucunya. Ia pun bersabda, “Ya Allah, sesungguhnya aku mencintai keduanya, maka cintailah keduanya.” (HR Bukhari).

BACA JUGA   10 Tips Membesarkan Anak Laki-Laki yang Peduli dengan Orang Tua

Selayaknya setiap ayah mencontoh Rasulullah SAW dalam memberi kasih sayang dan kehangatan pada anak-anaknya. Kasih sayang ayah terhadap anak merupakan fitrah yang harus diekspresikan dalam pendidikan anak.
Lalu, Islam mengajarkan kepada umatnya untuk bersikap adil terhadap anak-anaknya. Hal ini dilakukan untuk menghapus rasa iri di antara anak-anak. Untuk itu, dalam mendidik anak laki-laki perlu ada sikap adil, tak perlu ada tolok ukur di dalam keluarga misalnya adik yang dibanding-bandingkan dengan kakak.

Satu lagi yang tak kalah penting adalah pergaulan. Zaman sekarang pergaulan menjadi perhatian utama bagi orang tua. Kuncinya hanya satu yaitu komunikasi. Dalam masalah komunikasi dengan anak, seorang ayah seharus mencontoh Rasulullah SAW apabila ayah hanya punya sedikit waktu untuk anak maka ia harus mengatur dan menentukan pertemuannya dengan anak untuk bercanda dan bercengkerama.

Masa-masa komunikasi yang penting antara ayah dan anak adalah pada usia enam tahun ke bawah. Pada masa inilah ayah meletakkan dasar pendidikan keislaman kepada anak untuk kehidupan di masa yang akan datang.

cara mendidik anak laki-laki dalam islam
sumber image dinisi.5d6d.com
Facebook Comments
BERGABUNG BERSAMA KAMI
I agree to have my personal information transfered to MailChimp ( more information )
Bergabunglah dengan banyak orang yang telah menerima email rutin dari kami, dan pelajari cara menulis kreatif di sosial media, artikel blog dan buku. Siapa tahu ini bisa menjadi penghasilan sampingan bahkan utama Anda
Email Anda aman bersama kami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *