Cara Memimpin Doa yang Benar. Anda Harus Siap Kapan Saja Diminta

Cara Memimpin Doa yang Benar

Bagaimana cara memimpin doa yang benar dalam suatu perkumpulan. Ketika sudah diakhiri acaranya pasti akan ditutup dengan doa atau untuk mengawali acara juga pasti akan dibuka dengan doa. Biasanya yang akan ditunjuk adalah orang-orang itu-itu saja.

Sebagai seorang public speaker kita harus siap jika sewaktu-waktu misalkan ditunjuk secara mendadak. Jangan sampai saat mendapat kepercayaan itu malah kita berikan lagi ke orang lain. Tapi memang sebelum memimpin doa ada adab yang harus dilakukan, misalnya:

  1. Setidaknya kita harus memiliki cara kita harus mengerti bagaimana cara memimpin doa yang benar pastinya sesuai dengan etika syariat Islam yang sudah diajarkan oleh para guru kita, yaitu bagaimana cara memimpin doa yang benar yang sudah disepakati oleh para ulama yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.
  2. Yang pertama silahkan mengucapkan Ta’awudz

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Selanjutnya mengucapkan lafadz Tahmid,

اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ حَمْدَ النَّاعِمِيْنَ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَ يُكَافِىءُ مَزِيْدَهُ
يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَ عَظِيْمِ سُلْطَانِكَ

 

Juga boleh baik kemudian yang Selanjutnya silakan dilanjutkan dengan kalimat shalawat,

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

  1. Setelah ini selesai dikatakan oleh para ulama ini adalah sebagai gerbang dengan saat kita bermunajat memohon kepada Allah subhanahuwata’ala diawali dengan membaca Tahmid Muji kepada Allah terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan membaca shalawat kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam sebagai tawasulnya agar doa kita sampai dan diterima oleh Allah subhanahuwata’ala
  2. Selanjutnya adalah doa yang kita inginkan baik doa yang kita inginkan ini apa, kemudian jangan lupa kalau memang kita ini bisanya memimpin doa dengan doa yang Arab meskipun sedikit kita lantunkan saja, misalnya,

اَللّٰهُمَّ اِنَّانَسْئَلُكَ سَلَامَةًفِى الدِّيْنِ، وَعَافِيَةًفِى الْجَسَدِوَزِيَادَةًفِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةًفِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةًقَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةًعِنْدَالْمَوْتِ وَمَغْفِرَةًبَعْدَالْمَوْتِ،اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِيْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ، وَنَجَاةًمِنَ النَّارِوَالْعَفْوَعِنْدَالْحِسَابِ

Artinya:

Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada Engkau akan keselamatan Agama dan sehat badan, dan tambahnya ilmu pengetahuan, dan keberkahan dalam rizki dan diampuni sebelum mati, dan mendapatkan rahmat waktu mati dan mendapat pengampunan sesudah mati. Ya Allah, mudahkanlah bagi kami waktu (sekarat) menghadapi mati, dan selamatkanlah kami dari siksa neraka, dan pengampunan waktu hisab.

Bisa ditambah dengan doa harapan kita sendiri misalnya,

Ya Allah ya Rabbal Alamin hamba-mu yang berlumur dosa bermunajat serta memohon kepadamu ya Allah dengan curahan rahmat dan kasih sayang mu ya Allah dengarkanlah serta Terimalah doa hamba ya Allah ya Rabbal Alamin kami sadar kami tak pantas untuk memasuki syurga Mu ya Allah namun hamba juga tidak kuat untuk dijebloskan kedalam neraka Mu ya Allah Oleh sebab itu ampunilah hamba ampunilah dosa-dosa hamba terima lah setiap amal hamba

Ya Allah tebalkan lah Iman kami ya Allah untuk seluruh sahabat-sahabat kami Mudahkanlah segala urusannya untuk saudara-saudara kami mudahkan lah rezekinya berikanlah mereka kesehatan lahir dan batin Ya Allah anugerahkanlah kepada mereka anak keturunan yang sholeh yang sholeh hanya membacakan kepada mereka. Ya Allah mudahkanlah segala urusan mereka

ditutup dengan

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Jadi kesimpulannya yang harus diperhatikan itu adalah etika bagaimana membuka doa. Jadi jangan sampai saat kita ditunjuk untuk memimpin doa kita under estimate atau tengak-tengok kiri kanan tidak percaya diri tidak yakin dengan diri sendiri saat ditunjuk oleh siapapun untuk memimpin doa.

Adapun adab sebelum memimpin doa adalah harus menunjuk siapa yang lebih sepuh ataupun yang lebih tua terlebih dahulu atau mereka yang yang lebih paham terhadap pengetahuan agama kalau mereka juga  menolak, maka kita harus menerima dan siap kapanpun jika kita ditunjuk untuk memimpin doa dengan panduan yang sudah dijelaskan diatas.

Semoga penjelasan tentang Cara Memimpin Doa yang Benar ini berguna untuk kita semuanya, karena kita harus menyadari bahwa  doa adalah otak daripada ibadah yang kita lakukan.

 

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *